Home » Pendidikan » Bagaimana Islam Memandang Bermain Game?

 

permainan, siapa yang tidak suka bermain permainan? sebagian waktu ke balik permainan pokemon go menggegerkan dunia dengan game yang satu ini. lewat permainan ini, pemain dituntut buat terus bepergian, manfaatnya, buat menaikkan koleksi monster pokemon yang dimilikinya.

Baca Juga :
Paket Umroh Desember 2017
Paket Umroh Plus Dubai Desember 2017

game ini cukup menarik atensi para gamers, terlebih lagi disebut-sebut bakal mengalahkan game yang pernah booming sebelumnya, clash of clans ataupun coc.

terlepas dari keseruan seluruh game itu, gimana islam memandang bermain permainan?

islam pastinya tidaklah agama yang tidak paham tentang manusia. islam memperlakukan manusia setimpal naluri dan juga kemanusiaannya. islam amat membagikan keluasan dan juga kelapangan untuk manusia buat merasakan kenikmatan hidup.

menimpa perihal ini, terdapat sesuatu cerita menimpa seseorang teman rasulullah yang bernama hanzhalah. dia terasa kalau hidupnya telah diselubingi kemunafikan. terlintas dalam benaknya kalau hidupnya cumalah kepura-puraan. kala berhadapan dengan rasulullah , dia jadi seseorang muslim yang betul-betul taat. dia berperilaku sungguh-sungguh, tidak bercanda, mata senantiasa sembab, hati senantiasa berdzikir dan juga tetap dalam keadaan ketakwaan pad allah swt.

tetapi, apabila hanzhalah lalu dari rasulullah , kemudian berjumpa keluarganya, mendadak perangainya berbeda. dia mencandai anak dan juga istrinya. dia tertawa, terasa bahagia, seolah-olah kurang ingat kalau sebelumnya dia menangis.

nyatanya, apa yang dirasakan oleh hanzalah pula dirasakan oleh abu bakar. hingga, buat mencari jawaban dari kegundahan hati 2 teman tersebut, keduanya setelah itu menghadiri rasulullah . gimana rasulullah menjawabnya?

rasulullah bersabda, “demi dzat yang saya berposisi di tangan-nya, bila kamu senantiasa serupa dalam keadaan kala kamu bersamaku, ataupun serupa kala kamu berdzikir, hingga malaikat bakal menyalami kalian sekaligus di tempat-tempat tidur kamu dan juga di jalan-jalanmu. bakal namun, wahai hanzhalah, ‘semuanya terdapat waktunya’. itu dia ucapkan sebanyak 3 kali, ” (hr. muslim).

hadis ini menampilkan kalau kesenangan psikologis dan juga intermezo menggambarkan 2 perihal yang alami dalam diri manusia. rasulullah terlebih lagi mengatakan kalau orang yang di dalam pribadinya tidak terdapat perihal tersebut, dia bakal disalami malaikat. disalami malaikat menggambarkan simbol yang menampilkan perihal yang mustahil terjalin. maknanya merupakan islam tidak mengarahkan seorang menghindari kesenangan dan juga intermezo. kebalikannya, islam malah mengarahkan mencari ketenangan, istirahat, mencari intermezo dapat dicoba, tetapi wajib setimpal dengan porsinya. islam tidak mengharamkan intermezo sama sekali.

jadi, sah-sah aja bila kita mau bermain permainan. selagi, game tersebut tidak membikin kita kurang ingat waktu. artinya? kita tidak melalaikan tugas pokok kita. paling utama dalam melangsungkan ibadah kepada allah swt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *