Home » Rumah » Meikarta akan Usung Konsep Green City

Jakarta Green City atau Kota hijau yaitu rencana pembangunan kota berkepanjangan serta ramah lingkungan yang diraih dengan kiat pembangunan seimbang pada perkembangan ekonomi, kehidupan sosial serta perlindungan lingkungan. Kota jadi tempat yang layak huni bukan sekedar untuk generasi saat ini, tetapi juga generasi selanjutnya.

Dengan rencana itu, Rencana serta rancangan hijau yaitu rencana tata ruangan yang berprinsip pada rencana pembangunan kota berkepanjangan. Green city menuntut rencana tata manfaat tempat serta tata bangunan yang ramah lingkungan dan penciptaan tata ruangan yang atraktif serta estetik.

Satu diantara elemen perlu dari kota hijau yaitu RTH (ruang terbuka hijau). RTH bermanfaat kurangi polusi, menaikkan estetika kota, dan membuat iklim mikro yang nyaman. Hal semacam ini bisa di ciptakan dengan pelebaran tempat taman, koridor hijau dan sebagainya.

Di Meikarta Cikarang telah di buat Central Park, satu taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini mempunyai beragam tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini, jogging trek, shelter serta sejuk. Lippo jadi pihak pengembang kota baru Meikarta James Riady bukan sekedar sebatas mengikuti nama Central Park yang berada di New York, namun rencananya juga mengikuti taman besar itu.

Tempat Central Park Meikarta dekat dengan apartemen. Dengan rencana yang menjadikan satu pedestrian, tempat tinggal serta taman, pastinya dalam pengelolaan sampah juga di buat dengan tehnologi pengelolaan yang baik hingga tidak mengganggu lingkungan.

Rencana pengembangan kota yang berkepanjangan juga tampak pada pengelolaan sampah hijau yang berprinsip pada reduce (pengurangan), reuse (pemakaian ulang) serta recycle (daur ulang). Diluar itu, pengelolaan sampah hijau harus juga di dukung oleh tehnologi pemrosesan serta pembuangan sampah yang ramah lingkungan. Juga pemakaian transportasi hijau yaitu fokus pada pembangunan transportasi massal yang berkwalitas.

Green transportation mempunyai tujuan untuk tingkatkan pemakaian transportasi massal, kurangi pemakaian kendaraan pribadi, penciptaan infrastruktur jalan yang mensupport perubahan transportasi massal, kurangi emisi kendaraan, dan membuat ruangan jalan yang ramah untuk pejalan kaki serta pemakai sepeda.

Lantas disediakan juga transportasi internal, yakni APM (Automated People Mover) yang bisa menghubungkan semuanya sisi titik di Meikarta berbentuk monorel. Jadi angkutan masal monorel bisa kurangi emisi CO2 dan menghemat daya karna pemakaian kendaraan pribadi.

Rencana beda yang diadopsi yaitu green water mempunyai tujuan untuk pemakaian air yang irit dan penciptaan air yang berkwalitas. Dengan teknologi yang maju, rencana ini dapat diperluas sampai pemakaian irit air baku, penyediaan air siap minum, pemakaian ulang serta pemrosesan grey water (air yang sudah dipakai), dan penjagaan kwalitas green water (air yang tersimpan didalam tanah).

Di Meikarta juga dibuat danau buatan seluas 25 hektar yang ada di Central Park. Danau ini mungkin saja fasilitas rekreasi keluarga yang tinggal di Meikarta serta sekelilingnya. Terkecuali jadi pengendali banjir, danau ini dapat juga jadi sumber air baku yang bisa digunakan dengan maksimum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *